Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan tren negatif pada perdagangan hari ini. Mata uang Garuda ditutup melemah di posisi Rp18.184 per dolar AS.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi oleh kombinasi sentimen negatif. Faktor utama yang menekan pergerakan mata uang domestik ini didominasi oleh ketidakpastian ekonomi global.
Pemicu Pelemahan Rupiah
Menurut Ibrahim, terdapat beberapa poin utama yang menjadi beban bagi Rupiah saat ini:
- Adanya sentimen ganda dari faktor eksternal yang cukup kuat.
- Fluktuasi kebijakan moneter global yang mempengaruhi arus modal masuk ke pasar negara berkembang.
- Kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik yang memicu aksi investor mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman (safe haven).
Meski ditekan sentimen eksternal, para pelaku pasar tetap memantau langkah intervensi dan kebijakan ekonomi pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan pasar global yang masih cukup tinggi.





