Sektor peternakan ayam petelur di Jawa Barat tengah menghadapi tekanan hebat yang mengakibatkan jatuhnya banyak pelaku usaha. Berdasarkan data terbaru, jumlah anggota koperasi peternak ayam petelur di wilayah tersebut tercatat menyusut drastis hingga tersisa separuh dari total anggota sebelumnya.
Faktor Pemicu Penurunan Produksi
Kondisi ini dipicu oleh akumulasi berbagai tantangan ekonomi yang membebani keberlangsungan usaha peternak skala kecil hingga menengah. Tingginya biaya operasional menjadi kendala utama yang membuat banyak peternak tidak lagi mampu mempertahankan usahanya.
Beberapa faktor utama yang menyebabkan peternak gulung tikar antara lain:
- Lonjakan harga pakan ternak (konsentrat dan jagung) yang terus terjadi dalam jangka waktu lama.
- Fluktuasi harga telur di tingkat konsumen yang sering kali berada di bawah harga pokok produksi (HPP).
- Terbatasnya akses modal bagi peternak untuk melakukan peremajaan (re-stocking) ayam petelur.
- Dampak ketidakpastian pasar yang membuat perputaran modal menjadi terhambat.
Dampak Terhadap Rantai Pasok
Menipisnya jumlah peternak yang aktif dikhawatirkan akan memengaruhi stabilitas ketersediaan telur ayam di pasar Jawa Barat. Koperasi selaku wadah pembina peternak menyatakan bahwa kondisi ini menuntut adanya intervensi kebijakan yang lebih nyata dari pemerintah, terutama dalam menjaga stabilitas harga bahan pakan dan menjamin keberpihakan pada peternak lokal.
Saat ini, para peternak yang masih bertahan tengah berupaya melakukan efisiensi manajemen operasional secara ketat guna menekan kerugian. Namun, tanpa langkah preventif dari pemangku kebijakan, dikhawatirkan tren pengurangan jumlah peternak ini akan terus berlanjut di masa mendatang.





