Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa peran bank sentral kini telah bertransformasi lebih luas dibandingkan fungsi tradisionalnya. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan yang menyoroti pergeseran fokus kebijakan moneter di tengah tantangan ekonomi global.
Transformasi Peran Bank Sentral
Destry menyatakan bahwa Bank Indonesia kini tidak hanya terfokus pada stabilitas nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi semata. Terdapat mandat tambahan yang kini menjadi prioritas strategis lembaga, yakni:
- Mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
- Berkontribusi aktif dalam penciptaan lapangan kerja baru.
- Memperkuat ketahanan ekonomi domestik melalui kebijakan yang lebih inklusif.
Pernyataan tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa bank sentral beroperasi secara eksklusif atau berada di ‘menara gading’. Destry menekankan bahwa kebijakan yang diambil oleh BI kini lebih bersentuhan langsung dengan denyut nadi ekonomi masyarakat dan sektor riil.
Sinergi Kebijakan
Langkah ini diambil guna merespons dinamika ekonomi pasca-pandemi yang memerlukan keterlibatan lebih mendalam dari otoritas moneter. Dengan fokus yang lebih luas, Bank Indonesia diharapkan dapat menjadi motor penggerak stabilitas sekaligus katalisator pembangunan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.





