Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah di Sumatra Selatan dan Kalimantan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Meskipun intensitas curah hujan terpantau tinggi dalam tiga hari terakhir, kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jarak pandang di Kota Palembang dan beberapa titik di Kalimantan masih terbatas pada pagi hari. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat partikel polutan dalam udara masih berada pada ambang batas yang dapat memengaruhi kesehatan pernapasan.
Upaya Penanganan Terus Dilakukan
Pihak otoritas terkait hingga kini masih melakukan serangkaian upaya untuk meminimalisasi dampak kabut asap. Hujan yang turun selama tiga hari ini dinilai belum cukup untuk memadamkan seluruh titik api di area lahan gambut yang sulit dijangkau.
Beberapa langkah strategis yang sedang dijalankan meliputi:
- Optimalisasi operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk memicu hujan lebih intensif.
- Pengerahan tim darat dan udara untuk melakukan pemadaman secara manual di titik-titik api yang masih aktif.
- Peningkatan pemantauan melalui citra satelit guna mendeteksi sebaran titik panas (hotspot) baru.
Pemerintah daerah setempat meminta warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Penggunaan masker standar tetap disarankan sebagai langkah pencegahan dari paparan polusi udara akibat kabut asap tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca serta potensi titik api yang mungkin kembali muncul setelah curah hujan mereda.





