Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menanggapi proyeksi pasar yang menyebut nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga menyentuh level Rp19.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Di tengah kekhawatiran tersebut, pemerintah justru menyatakan sikap optimistis terhadap stabilitas makroekonomi nasional.
Optimisme di Tengah Gejolak Global
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tidak terpaku pada prediksi jangka pendek yang cenderung fluktuatif. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam jalur yang positif, didukung oleh berbagai indikator ekonomi yang resilien terhadap tekanan eksternal.
“Kami tetap optimistis. Fundamental ekonomi kita cukup kuat untuk menghadapi dinamika global yang terjadi saat ini,” ujar Airlangga dalam keterangannya.
Faktor Pendukung Stabilitas Ekonomi
Pemerintah meyakini bahwa sejumlah kebijakan strategis akan mampu menjaga kepercayaan investor dan stabilitas kurs rupiah. Beberapa poin yang menjadi perhatian pemerintah antara lain:
- Kinerja ekspor yang tetap kompetitif di pasar global.
- Pengendalian inflasi yang terjaga di level yang moderat.
- Penerapan kebijakan fiskal yang disiplin dan terukur.
- Sinergi antara otoritas moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
Meskipun tantangan eksternal seperti ketidakpastian kebijakan moneter global masih membayangi, pemerintah berkomitmen untuk terus memantau pergerakan pasar dan mengambil langkah mitigasi yang diperlukan guna memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.





