Anomali Harga Ayam dan Telur: Mentan Amran Endus Praktik Permainan Pasar
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti ketimpangan harga daging ayam dan telur di tingkat konsumen yang dinilai tidak wajar. Amran menduga terdapat praktik penyimpangan dalam rantai distribusi yang menyebabkan harga di pasar tetap tinggi, sementara harga di tingkat peternak justru cenderung tertekan.
Dalam pernyataannya, Mentan menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap alur tata niaga pangan. Ia mencurigai adanya oknum tertentu atau “mafia” yang sengaja mengambil keuntungan di tengah fluktuasi harga yang terjadi saat ini.
Terdapat beberapa poin utama yang menjadi fokus perhatian Kementerian Pertanian dalam menyikapi fenomena ini:
- Ketimpangan Harga: Adanya selisih harga yang cukup lebar antara harga beli di tingkat peternak dengan harga jual akhir di pasar tradisional maupun ritel modern.
- Rantai Distribusi: Identifikasi hambatan dalam alur distribusi yang diduga memperpanjang jalur pemasaran dan memicu pembengkakan biaya.
- Pengawasan Ketat: Perlunya koordinasi dengan Satgas Pangan untuk memantau pergerakan harga agar tetap berada dalam batas yang wajar bagi konsumen maupun produsen.
Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi pihak-pihak yang mencoba melakukan spekulasi harga pangan, terutama komoditas strategis seperti daging ayam dan telur. Pihaknya berjanji akan menindak tegas jika ditemukan bukti adanya kartel atau mafia yang berupaya merusak stabilitas harga di pasar.
Kementerian Pertanian kini tengah melakukan pemantauan intensif di berbagai daerah untuk memastikan pasokan tetap lancar. Langkah ini diambil sebagai upaya perlindungan terhadap masyarakat, sekaligus memastikan peternak mendapatkan harga yang layak atas hasil produksi mereka.
Hingga saat ini, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Perdagangan, guna memastikan ketersediaan stok tetap terjaga sehingga potensi lonjakan harga akibat kelangkaan dapat diantisipasi sejak dini.





