Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan hingga saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi maupun stabilitas harga kebutuhan pokok. Pemerintah daerah memastikan bahwa laju inflasi di wilayah tersebut masih berada dalam kendali.
Aktivitas Logistik Tetap Normal
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengonfirmasi bahwa operasional infrastruktur vital, yakni bandar udara dan pelabuhan, tetap berjalan normal. Sejauh ini, kabut asap yang timbul akibat karhutla belum mencapai tingkat yang mengganggu jadwal penerbangan maupun alur keluar-masuk barang melalui jalur laut.
Kondisi ini menjadi indikator positif bagi kelancaran distribusi logistik, terutama untuk komoditas pangan. Stabilitas distribusi dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya lonjakan harga yang berpotensi memicu inflasi di tingkat konsumen.
Langkah Antisipasi Pemerintah
Guna memastikan kelancaran distribusi barang tetap terjaga di tengah ancaman karhutla, pemerintah telah mengambil serangkaian langkah mitigasi, antara lain:
- Mendirikan posko penanganan khusus di titik-titik rawan untuk mempercepat koordinasi pemadaman dan mitigasi dampak.
- Meningkatkan pengawasan terhadap jalur logistik utama guna memastikan tidak ada hambatan distribusi barang kebutuhan pokok.
- Melakukan pemantauan intensif terhadap harga komoditas di pasar untuk mendeteksi dini potensi gangguan pasokan.
- Koordinasi lintas sektoral antara otoritas bandara, pelabuhan, dan dinas terkait untuk menjaga efektivitas operasional di lapangan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum terverifikasi terkait potensi kelangkaan barang. Upaya pemadaman lahan yang terbakar terus dilakukan secara masif oleh tim gabungan agar dampak kabut asap tidak meluas dan tidak mengganggu aktivitas publik maupun sektor ekonomi di masa mendatang.





