Bank Indonesia (BI) melaporkan keberhasilan penyaluran insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar Rp118 triliun yang difokuskan pada sektor perumahan. Kebijakan ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap percepatan pembangunan hunian di Indonesia.
Dorong Sektor Properti dan Penyerapan Tenaga Kerja
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa dana insentif tersebut telah berhasil memicu pembangunan 115 ribu unit rumah. Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan papan masyarakat, tetapi juga memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang luas bagi perekonomian nasional.
Beberapa dampak positif dari kebijakan ini di antaranya:
- Peningkatan signifikan pada realisasi pembangunan unit rumah bagi masyarakat.
- Penyerapan tenaga kerja yang masif di sektor konstruksi dan industri pendukung perumahan.
- Penguatan likuiditas perbankan untuk menyalurkan kredit properti secara lebih agresif.
Lebih lanjut, Destry menegaskan bahwa BI akan terus memantau efektivitas kebijakan KLM ini agar tetap selaras dengan upaya menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di sektor riil.





